Selasa, 10 November 2015

Alam Ya’tikum Rusulun?



Belum Datangkah Seorang Rasul?
Ingatlah akan sebuah tanya, “Belum datangkah seorang Rasul kepadamu?”, jawaban apa yang akan kamu persiapkan?
Saat sholat terlalaikan, Allah akan bertanya kelak, “Belum datangkah Rasul menyampaikan kewajibannya”, Jawaban apa yang akan dipersiapkan?
Saat Allah akan bertanya tentang lidah dan tangan yang bernoda, “ Belum datangkah seorang Rasul yang memperingatkan tentang keselamatan saudara sesama muslim dari lidah dan tangan?”, Jawaban apa lagi yang akan dipersiapkan?
Saat malaikat yang kasar lagi keras siksanya bertanya kepadamu,” belum datangkah seorang Rasul yang mengingatkan akan siksa pedih ini?”, Jawaban apa yang akan kamu katakan?
Mungkin saja jawaban kedustaan yang kamu katakan, tapi bisakah mulutmu mampu berucap saat terkunci?
Saat tangan dan kakimu akan jadi saksi, dan mereka tidak akan pernah berdusta. “Kepada siapa kamu memohon pertolongan?” Kepada amalmu yang sedikit itu?
Betapa memalukan, amal yang dianggap baik ternyata bagai debu di atas batu licin yang tersiram hujan deras.
Alasan apalagi? apakah kamu akan mengatakan bahwa rasul tidak pernah datang? masih ingatkah kamu saat Haji Perpisahan? Bukankah Rasul telah menyampaikan di hari yang suci, di tempat suci dan di bulan suci? Bahwa darah muslim itu haram ditumpahkan? lalu kenapa sengketa darah masih terus terjadi?
Bukankah sesama muslim itu bersaudara? lalu kenapa lidah dan tanganmu bagai duri bagi saudaramu?
Bukankah Rasul berpesan bahwa orang yang hadir hendaklah menyampaikan kepada yang tidak hadir? Sudahkah kamu menyampaikannya?
Lalu kenapa kamu biarkan orang dalam keadaan bingung tanpa petunjuk? Apa benar kamu telah menyampaikannya?
Bukankah kamu ingin jadi orang terbaik? Lalu kenapa meninggalkan dakwah? Bukankah Allah mengatakan bahwa kamu adalah yang terbaik, karena kamu menegakkan amar ma’ruf dan nahi munkar? Lalu kenapa meninggalkan dakwah?
GORONTALO, 19 FEBRUARI  2013





Tidak ada komentar:

Posting Komentar