Belum Datangkah Seorang Rasul?
Ingatlah akan sebuah tanya, “Belum datangkah seorang
Rasul kepadamu?”, jawaban apa yang akan kamu persiapkan?
Saat sholat terlalaikan, Allah akan bertanya kelak,
“Belum datangkah Rasul menyampaikan kewajibannya”, Jawaban apa yang akan
dipersiapkan?
Saat Allah akan bertanya tentang lidah dan tangan yang
bernoda, “ Belum datangkah seorang Rasul yang memperingatkan tentang keselamatan
saudara sesama muslim dari lidah dan tangan?”, Jawaban apa lagi yang akan
dipersiapkan?
Saat malaikat yang kasar lagi keras siksanya bertanya
kepadamu,” belum datangkah seorang Rasul yang mengingatkan akan siksa pedih
ini?”, Jawaban apa yang akan kamu katakan?
Mungkin saja jawaban kedustaan yang kamu katakan, tapi
bisakah mulutmu mampu berucap saat terkunci?
Saat tangan dan kakimu akan jadi saksi, dan mereka tidak
akan pernah berdusta. “Kepada siapa kamu memohon pertolongan?” Kepada amalmu
yang sedikit itu?
Betapa memalukan, amal yang dianggap baik ternyata bagai
debu di atas batu licin yang tersiram hujan deras.
Alasan apalagi? apakah kamu akan mengatakan bahwa rasul
tidak pernah datang? masih ingatkah kamu saat Haji Perpisahan? Bukankah
Rasul telah menyampaikan di hari yang suci, di tempat suci dan di bulan suci?
Bahwa darah muslim itu haram ditumpahkan? lalu kenapa sengketa darah masih
terus terjadi?
Bukankah sesama muslim itu bersaudara? lalu kenapa lidah
dan tanganmu bagai duri bagi saudaramu?
Bukankah Rasul berpesan bahwa orang yang hadir hendaklah
menyampaikan kepada yang tidak hadir? Sudahkah kamu menyampaikannya?
Lalu kenapa kamu biarkan orang dalam keadaan bingung
tanpa petunjuk? Apa benar kamu telah menyampaikannya?
Bukankah kamu ingin jadi orang terbaik? Lalu kenapa
meninggalkan dakwah? Bukankah Allah mengatakan bahwa kamu adalah yang terbaik, karena
kamu menegakkan amar ma’ruf dan nahi munkar? Lalu kenapa meninggalkan dakwah?
GORONTALO, 19 FEBRUARI 2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar