Jumat, 20 November 2015

Tiga Benteng




Allah swt. Telah memberitakan melalui lisan para ahli ilmu di zaman Qarun, bahwa ada hal-hal yang dapat membentengi diri dari keinginan-keinginan dunia. Hal ini termaktub dalam surat Al Qasas ayat 80,

Berkatalah orang-orang yang dianugerahi ilmu: "Kecelakaan yang besarlah bagimu, pahala Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh, dan tidak diperoleh pahala itu, kecuali oleh orang- orang yang sabar".(Al Qasas: 80)
Ayat ini dengan jelas membicarakan tentang benteng diri dari keinginan-keinginan dunia,

1.      Iman

Semua yang di sisi Allah berupa balasan pahala kepada orang-orang yang beriman lebih baik dari gemerlapnya dunia. Keindahan surga lebih baik dari keindahan-keindahan di dunia. Buah-buahannya lebih ranum dari pada buah-buahan di dunia. Semua yang ada di dunia hanyalah bagian terkecil dari surga yang kekal. Itu yang harus kita imani. Dan begitulah seharusnya kita mengimani dan memperkuat keimanan. Karena iman itu terkadang jadi ukuran pahala yang diberikan. Misalnya, niat yang benar adalah cerminan keimanan yang kuat, sedangkan pahala amal itu tergantung pada niat. Jadi keimanan itu adalah salah satu penentu diterima atau tidaknya amalan kita.
Kita harus meyakini dengan keimanan penuh tanpa ragu bahwa pahala Allah itu lebih baik bagi mereka yang beriman kepada hari pembalasan. Balasan kebaikan dari Allah lebih terasa bagi mereka yang benar akidahnya, yang benar keyakinannya bahwa Allah Sang Penguasa di Hari Kiamat nanti. Merekalah yang selamat dari neraka di akhirat kelak, karena Allah tidak akan menzhalimi mereka. Sebab Allah tidak akan pernah menzhalimi suatu kaum kecuali mereka menzhalimi diri mereka sendiri.

2.      Amal saleh 

Pahala kebaikan itu tidak cukup hanya dengan iman, sehingga Allah menjadikan amal saleh sebagai hal yang penting dalam mencapai kebaikan sempurna. Karena amal saleh itu sebagai bentuk implementasi keimanan dalam hati. Keimanan yang kuat itu pembenarnya adalah amal kebaikan, sebagaimana niat yang benar itu berpahala, sedangkan amal akan berpahala karena niat yang benar. Maka, iman adalah yang pertama dan utama sebagai landasan dalam beramal, karena amal tanpa iman tidak akan mendatangkan pahala, sebaliknya iman tanpa amal terkadang menyebabkan orang bisa masuk surga selama iman itu masih bersemayam di dalam dada. Namun demikian yang paling dituntut dari kita adalah keserasian antara iman dan amal saleh. Beriman dengan benar, dan mengejawantahkan keimanan itu dalam kehidupan sehari-hari.

3.      Sabar

Untuk tetap eksis dalam keimanan dan amal saleh, dibutuhkan kesabaran dalam menempuhnya. Seseorang tidak akan mampu konsisten kalau ia tidak memiliki kesabaran. Karena kesabaran merupakan tuntutan terakhir bagi orang yang berusaha menebarkan kebaikan di bumi ini.
Sebagaimana yang tertuang dalam surah Al Ashr
 Demi masa.(1) Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, (2) kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.(3) (Al Ashr: 3)
Siapa pun kita dan apa pun profesi kita pasti butuh yang namanya kesabaran. Betapa tidak, semua orang melalui proses yang panjang dalam menempuh sebuah kesuksesan. Begitu juga dengan para penyeru kepada kebaikan, kesabaran merupakan modal yang tidak bisa diremehkan. Harus menjadi sifat utama bagi pengemban dakwah. Bukan tanpa alasan Allah menjadikan sabar sebagai salah satu benteng dari cinta dunia. Karena sabar itu mampu mengendalikan jiwa kita dari segala bentuk penyimpangan dunia. Sabar mampu menahan segala keinginan untuk berfoya-foya dalam kehidupan ini.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar