Allah swt. Telah memberitakan melalui lisan para ahli ilmu di zaman
Qarun, bahwa ada hal-hal yang dapat membentengi diri dari keinginan-keinginan
dunia. Hal ini termaktub dalam surat Al Qasas ayat 80,
Berkatalah orang-orang yang dianugerahi ilmu: "Kecelakaan yang
besarlah bagimu, pahala Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang beriman
dan beramal saleh, dan tidak diperoleh pahala itu, kecuali oleh orang- orang
yang sabar".(Al Qasas: 80)
Ayat ini dengan jelas membicarakan tentang benteng diri dari
keinginan-keinginan dunia,
1.
Iman
Semua yang di sisi Allah berupa
balasan pahala kepada orang-orang yang beriman lebih baik dari gemerlapnya
dunia. Keindahan surga lebih baik dari keindahan-keindahan di dunia. Buah-buahannya
lebih ranum dari pada buah-buahan di dunia. Semua yang ada di dunia hanyalah
bagian terkecil dari surga yang kekal. Itu yang harus kita imani. Dan begitulah
seharusnya kita mengimani dan memperkuat keimanan. Karena iman itu terkadang
jadi ukuran pahala yang diberikan. Misalnya, niat yang benar adalah cerminan
keimanan yang kuat, sedangkan pahala amal itu tergantung pada niat. Jadi
keimanan itu adalah salah satu penentu diterima atau tidaknya amalan kita.
Kita harus meyakini dengan keimanan penuh tanpa ragu bahwa pahala
Allah itu lebih baik bagi mereka yang beriman kepada hari pembalasan. Balasan kebaikan
dari Allah lebih terasa bagi mereka yang benar akidahnya, yang benar
keyakinannya bahwa Allah Sang Penguasa di Hari Kiamat nanti. Merekalah yang
selamat dari neraka di akhirat kelak, karena Allah tidak akan menzhalimi
mereka. Sebab Allah tidak akan pernah menzhalimi suatu kaum kecuali mereka
menzhalimi diri mereka sendiri.
2.
Amal saleh
Pahala kebaikan itu tidak cukup hanya dengan iman, sehingga Allah
menjadikan amal saleh sebagai hal yang penting dalam mencapai kebaikan sempurna.
Karena amal saleh itu sebagai bentuk implementasi keimanan dalam hati. Keimanan
yang kuat itu pembenarnya adalah amal kebaikan, sebagaimana niat yang benar itu
berpahala, sedangkan amal akan berpahala karena niat yang benar. Maka, iman
adalah yang pertama dan utama sebagai landasan dalam beramal, karena amal tanpa
iman tidak akan mendatangkan pahala, sebaliknya iman tanpa amal terkadang
menyebabkan orang bisa masuk surga selama iman itu masih bersemayam di dalam
dada. Namun demikian yang paling dituntut dari kita adalah keserasian antara
iman dan amal saleh. Beriman dengan benar, dan mengejawantahkan keimanan itu
dalam kehidupan sehari-hari.
3.
Sabar
Untuk tetap eksis dalam keimanan dan amal saleh, dibutuhkan
kesabaran dalam menempuhnya. Seseorang tidak akan mampu konsisten kalau ia
tidak memiliki kesabaran. Karena kesabaran merupakan tuntutan terakhir bagi
orang yang berusaha menebarkan kebaikan di bumi ini.
Sebagaimana yang tertuang dalam surah Al Ashr
Demi masa.(1)
Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, (2) kecuali orang-orang
yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati
kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.(3) (Al Ashr: 3)
Siapa pun kita dan apa pun profesi kita pasti butuh yang namanya
kesabaran. Betapa tidak, semua orang melalui proses yang panjang dalam menempuh
sebuah kesuksesan. Begitu juga dengan para penyeru kepada kebaikan, kesabaran
merupakan modal yang tidak bisa diremehkan. Harus menjadi sifat utama bagi
pengemban dakwah. Bukan tanpa alasan Allah menjadikan sabar sebagai salah satu
benteng dari cinta dunia. Karena sabar itu mampu mengendalikan jiwa kita dari
segala bentuk penyimpangan dunia. Sabar mampu menahan segala keinginan untuk
berfoya-foya dalam kehidupan ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar