Sabtu, 21 November 2015

Rintihan Sang Pendosa



Jiwa ini merintih. Melenguh. 
Mencari titik air di padang tandus kehidupan. 
Jiwa ini kering. Jauh dari sentuhan iman.
Mati tertutup. Dibalut gelapnya dosa. 
Menghitam. Tak mampu memancarkan cahaya. 
Imanku telah mati. Aku tidak mampu bertahan dari dosa-dosa.
Bermalam dengan iman, pagi harinya kafir. 
Atau pagi hari beriman, sorenya kafir lagi. 
Begitu seterusnya. Terombang-ambing dalam iman dan maksiat.
Ya Allah, berikan petunjukmu.
Tetapkan hati ini di jalan ketaatan-Mu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar