Rabu, 18 November 2015

Bersyukurlah! Engkau akan selamat



Saya mengambil topik ini berdasarkan firman Allah dalam surat Al Qasas,
Dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu (Al Qasas: 77)
salah satu sebab kehancuran Qarun karena tidak bersyukur atas nikmat yang telah Allah berikan kepadanya. Begitu banyak harta yang Allah berikan namun dia tidak menunaikan kewajiban zakatnya. Ia tidak mensyukuri nikmat hartanya sehingga ia ditenggelamkan ke dalam bumi bersama hartanya.
Andai saja Qarun mensyukuri nikmat Allah, pasti tidak akan mendapat azab dari Allah. Karena syukur dapat menyelamatkan dari siksa yang pedih. Bahkan Allah pasti akan menambah nikmat dan berkah-Nya kepadanya. Sebagaimana yang tertuang dalam Al Quran surat Ibrahim ayat 7,
Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (Ibrahim: 7)
Dari ayat ini nampak jelas bahwa bersyukur itu akan menjadikan nikmat bertambah. Sedangkan keingkaran justru menambah bara api untuk menyiksa. Maka siapa yang takut akan azab Allah hendaklah ia bersyukur atas nikmat yang Allah berikan kepadanya.

1.      Macam-macam syukur

Muhammad Shalih Al Munajjid menyebutkan dalam kitabnya a’maalul quluub bahwa syukur itu berkaitan dengan tiga hal[1],

a.      Syukur dengan hati

Maksud dari bersyukur dengan hati adalah pengetahuannya bahwa Allah Maha Pemberi segala nikmat.
Namun sebagian orang menisbatkan nikmat itu kepada orang yang telah memberikannya kepadanya dan melupakan Allah Sang Maha Pemberi yang sesungguhnya. Padahal orang lain itu hanyalah perantara Allah untuk memberi nikmat kepadanya. Sedangkan Sang Pemberi yang sesungguhnya adalah Allah. Dialah Allah Pemilik segala sesuatu di semesta ini. Dia Pemberi rezeki dan mengaturnya untuk seluruh makhluk yang hidup di muka bumi. Maka satu-satunya tempat kita bersyukur adalah Allah SWT.
Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam Al Quran surat Faathir ayat 3,
Hai manusia, ingatlah akan nikmat Allah kepadamu. Adakah Pencipta selain Allah yang dapat memberikan rezki kepada kamu dari langit dan bumi ? tidak ada Tuhan selain dia; Maka Mengapakah kamu berpaling (dari ketauhidan)? (Fathir: 3)

b.      Syukur dengan lisan

Lisan seseorang itu akan menggambarkan apa yang ada di hatinya. Jika hatinya dipenuhi rasa syukur maka lisannya akan senantiasa melafazkan pujian kepada Allah SWT. Maka pujian dengan lisan inilah yang disebut dengan asy syukru bil lisan atau syukur dengan lisan.
Contoh dari syukur dengan lidah seperti dalam hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan dari Hudzaifah bin Al Yaman,
عَنْ حُذَيْفَةَ بْنِ الْيَمَانِ قَال، كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَوَى إِلَى فِرَاشِهِ قَالَ بِاسْمِكَ أَمُوتُ وَأَحْيَا وَإِذَا قَامَ قَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُورُ
Dari Hudzaifah bin Yaman dia berkata; "Apabila Nabi shallallahu 'alaihi wasallam hendak tidur, beliau mengucapkan: 'Bismika amuutu wa ahya (Dengan nama-Mu aku mati dan aku hidup).' Dan apabila bangun tidur, beliau mengucapkan: "Al Hamdulillahilladzii ahyaana ba'da maa amatana wailaihi nusyur (Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami, dan kepada-Nya lah tempat kembali)." (h.r Bukhari)
Hadits ini sebagai contoh syukur secara lisan karena diucapkan atau diungkapkan dengan lisan. Bisa juga dengan perkataan kita “Alhamdulillah”.

c.       Syukur dengan anggota badan

Syukur jenis ini dilakukan dengan melaksanakan amal shaleh. Sebagaimana pesan Al Quran kepada setiap orang yang telah mencapai umur empat puluh tahun,
Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila Dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: "Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan Sesungguhnya aku Termasuk orang-orang yang berserah diri". (Al Ahqaf: 15)
Dari ayat ini kita mendapatkan makna syukur dengan anggota badan, yaitu dengan beramal saleh. Namun ibadah shalat sangat luar biasa. Ia mencakup tiga aspek syukur sekaligus. Syukur hati dalam shalat terdapat pada keikhlasan dan kekhusyu’an. Syukur lisan dengan membaca ayat-ayat Al Quran dan doa-doa dalam shalat. Sedangkan syukur dengan anggota badan dalam shalat ketika orang ruku’ dan sujud ataupun gerakan-gerakan lain yang melibatkan anggota badan.
Berarti menjaga shalat merupakan jalan menuju kesyukuran kepada Allah SWT, dan mewakili tiga jenis syukur tersebut. Sehingga orang yang meninggalkan shalat sama halnya dengan tidak bersyukur kepada Allah dan meninggalkan syukur dengan hati, syukur dengan lisan dan syukur dengan anggota badan yang terhimpun dalam shalat.

2.      Manfaat syukur 

Masih dalam kitab yang sama, Syekh Muhammad Shalih Al Munajjid menyebutkan beberapa manfaat dari rasa syukur antara lain,

a.      Selamat dari azab Allah

Allah SWT telah menjelaskan dalam Al Quran bahwa azab-Nya itu tidak akan ditimpakan kepada hamba-Nya kalau mereka bersyukur dan beriman kepada-Nya. Sebagaimana dalam surat An Nisa ayat 147,
Mengapa Allah akan menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman ? dan Allah adalah Maha Mensyukuri[370] lagi Maha mengetahui.(An Nisa: 147)

b.      Ridha Allah SWT

Allah SWT akan meridhai orang yang bersyukur kepada-Nya. Hal ini sesuai dengan hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiallahu anhu, bahwa Rasulullah SAW bersabda,
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ، قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ لَيَرْضَى عَنْ الْعَبْدِ أَنْ يَأْكُلَ الْأَكْلَةَ فَيَحْمَدَهُ عَلَيْهَا أَوْ يَشْرَبَ الشَّرْبَةَ فَيَحْمَدَهُ عَلَيْهَا
Dari Anas bin Malik dia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: 'Sesungguhnya Allah Ta'ala sangat suka kepada hamba-Nya yang mengucapkan tahmid (Alhamdulillah) sesudah makan dan minum." (h.r Muslim)

c.       Mendapat anugerah khusus berupa hidayah 

Allah telah mengabarkan bahwa ahli syukur akan dikhususkan Allah dengan hidayah-Nya. Hal ini termaktub dalam Al Quran surat Al An’am ayat 53,
šdan Demikianlah telah Kami uji sebahagian mereka (orang-orang kaya) dengan sebahagian mereka (orang-orang miskin), supaya (orang-orang yang Kaya itu) berkata: "Orang-orang semacam inikah di antara kita yang diberi anugerah Allah kepada mereka?" (Allah berfirman): "Tidakkah Allah lebih mengetahui tentang orang-orang yang bersyukur (kepadaNya)?"(Al An’aam: 53)
Anugerah khusus ini diberikan Allah kepada hamba-hamba-nya yang bersyukur. Maka seorang muslim sejati adalah mereka yang berlomba untuk mendapatkan anugerah itu dengan memperbanyak bersyukur atas nikmat yang Allah berikan bukan untuk mengeluh atas nikmat yang belum diberikan.

d.      Penambahan Nikmat

Allah akan menambah nikmat orang yang selalu bersyukur kepada-Nya. Sebagaimana firman Allah dalam surat Ibrahim ayat 7,
Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih".(Ibrahim:7)
            Itulah manfaat dari syukur, dapat menyebabkan bertambahnya nikmat. Dan yang terpenting dari semua itu adalah nikmat diselamatkannya sang ahli syukur dari api neraka. Maka orang muslim sejati yang mengharapkan rahmat Tuhannya dan yang takut dari azab-Nya seharusnya ia menjadi hamba yang bersyukur. Bahkan Rasulullah SAW pun seorang nabi yang telah diampuni dosanya tetaplah senantiasa meningkatkan amal ibadahnya sebagai rasa syukur kepada Allah SWT.
















[1] . Silsilatu A’maalil Quluub, Muhammad Shalih Al Munajjid, Hal. 10, Bab Syukur.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar