Selasa, 17 November 2015

JIWA YANG SATU



“Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan darinya Allah menciptakan istrinya, dan dari keduanya Allah mengembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak…” (An-Nisa’: 1)
Ayat tersebut memberitahukan bahwa asal manusia adalah satu, “dari jiwa yang satu”, lalu mengapa terjadi kezhaliman? Demikianlah Syaikh Amru Khalid mengatakan dalam kitabnya, Khawatir Qur’aniyah. Lanjut sang Syaikh “penciptaan kaum wanita berasal dari kaum laki-laki, dan ayat ini menyeru untuk berlaku lemah-lembut terhadap mereka”. Tapi kita tidak membahas tentang kelembutan kepada wanita, kita akan lebih fokus pada asal-muasal manusia yang berasal dari jiwa yang satu. Sekali lagi bahwa manusia berasal dari jiwa yang satu. Sekarang perhatikan dirimu, bercerminlah dan tatap seluruh anggota badanmu. Akan terlihat betapa sempurna penciptaanya. Dan perhatikan sekali lagi, sampai lelah pandangan matamu tidak akan menemukan celah dari kesempurnaan itu. Kemudian pandangilah saudaramu, apakah ada beda antara anggota badanmu dengan saudaramu? Bukankah sama? Begitulah manusia, dicipta dari satu jiwa. Dan tidak akan beda dari jiwa asalnya.
Kalau dari segi fisik sudah sama, pantaskah kita mencela sesama? Kenapa harus ada kezhaliman kepada saudara? Apalagi kalau sesama mukmin, maka satu rasa dalam suka dan duka jadi bumbu kehidupan mereka. Bahkan mereka laksana bangunan yang berdiri kokoh, saling menguatkan satu sama lain. Rasulullah SAW bersabda “Seorang mukmin dengan mukmin lainnya laksana bangunan yang saling menguatkan satu dengan lainnya.” (Muttafaq ‘Alaih)
Jadilah pilar-pilar bangunan, agar kita terhitung dalam daftar sejarah penyokong tegaknya bangunan itu. Dan yakinlah bahwa saudaramu juga membantu perjuanganmu meski hanya jadi kerikil dalam barisanmu. Tsiqahlah dengan mereka meski tak tampak kerja mereka di hadapanmu. Kuatkan yakinmu agar tiada cela yang keluar dari lisanmu. Karena harus disadari bahwa kita dari jiwa yang satu.
Karena disadari juga bahwa pilar-pilar itu tidak akan berarti tanpa kerikil, batu, pasir dan yang lainnya. Maka tidak perlu berbangga diri dengan jabatan kita. Karena apa yang kita miliki tidak berarti sama sekali tanpa orang lain. Karena satu sama lain saling menguatkan. Apalagi merasa diri berjasa lebih merusak eksistensi sebuah jama’ah dan memperkeruh beningnya persaudaraan. Saling menghargai dalam profesi masing-masing tampak lebih indah dan memperkuat ikatan hati.
Dalam Risalah Dakwah, Imam Hasan Al Banna mengatakan bahwa “kesatuan yang harmonis tercipta karena antara satu dengan yang lainnya saling mengikat, saling berhubungan, saling menyayangi, dan saling menghargai. Dimana setiap elemen merasa sebagai bagian penting dari yang lainnya.” Jika setiap individu sadar bahwa orang lain itu penting, maka rasa ketsiqohan akan semakin mengakar pada jiwa mereka. Apalagi Allah telah menegaskan dalam Al Quran bahwa “Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu bersaudara” (Al Hujurat : 10)
Betapa indahnya penjelasan DR. Muhammad ‘Ali Al Hasyimi dalam kitabnya Syakhshiyyatul Muslim tentang kewajiban seorang muslim kepada saudara dan sahabatnya. Syaikh meletakkan pada nomor pertama tentang mencintai karena Allah. Bahwa salah satu sifat seorang muslim sejati yang paling istimewa adalah kecintaannya kepada saudaranya dengan cinta yang tulus, bukan atas asas manfaat. Cinta itu adalah cinta persaudaraan yang murni, terbebas dari maksud duniawi yang bersifat sementara. Sekali lagi bahwa cinta itu adalah kecintaan yang tulus dan murni. Sehingga tidak pantas lagi kebenciaan bersemayam di hati mereka. Pertemuan mereka karena Allah dan perpisahan mereka karena Allah pula. Dan setiap nafas mereka beroleh ridha dari Allah SWT. Setiap langkah tatihnya karena berjuang di jalan Allah. Dan mereka sadar tercipta dari satu jiwa. Dan tiada celaan yang keluar dari mulut mereka, yang ada hanyalah kata-kata salam. Dan itulah kata-kata yang keluar dari lisan-lisan ahli surga.

2 komentar:

  1. nice ustadz. di tunggu terbitan bukut keduanya..

    BalasHapus
  2. Insya Allah mohon doanya,,,
    masih belajar sedikit2 posting di blog


    BalasHapus