“Hai
sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan darinya Allah
menciptakan istrinya, dan dari keduanya Allah mengembangbiakkan laki-laki dan
perempuan yang banyak…” (An-Nisa’:
1)
Ayat tersebut memberitahukan bahwa asal manusia
adalah satu, “dari jiwa yang satu”, lalu mengapa terjadi kezhaliman? Demikianlah
Syaikh Amru Khalid mengatakan dalam kitabnya, Khawatir Qur’aniyah. Lanjut sang Syaikh “penciptaan kaum wanita
berasal dari kaum laki-laki, dan ayat ini menyeru untuk berlaku lemah-lembut
terhadap mereka”. Tapi kita tidak membahas tentang kelembutan kepada wanita,
kita akan lebih fokus pada asal-muasal manusia yang berasal dari jiwa yang
satu. Sekali lagi bahwa manusia berasal dari jiwa yang satu. Sekarang perhatikan dirimu, bercerminlah dan tatap
seluruh anggota badanmu. Akan terlihat betapa sempurna penciptaanya. Dan
perhatikan sekali lagi, sampai lelah pandangan matamu tidak akan menemukan
celah dari kesempurnaan itu. Kemudian pandangilah saudaramu, apakah ada beda
antara anggota badanmu dengan saudaramu? Bukankah sama? Begitulah manusia,
dicipta dari satu jiwa. Dan tidak akan beda dari jiwa asalnya.
Kalau dari segi fisik sudah sama, pantaskah
kita mencela sesama? Kenapa harus ada kezhaliman kepada saudara? Apalagi kalau
sesama mukmin, maka satu rasa dalam suka dan duka jadi bumbu kehidupan mereka.
Bahkan mereka laksana bangunan yang berdiri kokoh, saling menguatkan satu sama
lain. Rasulullah SAW bersabda “Seorang
mukmin dengan mukmin lainnya laksana bangunan yang saling menguatkan satu
dengan lainnya.” (Muttafaq ‘Alaih)
Jadilah pilar-pilar bangunan, agar kita
terhitung dalam daftar sejarah penyokong tegaknya bangunan itu. Dan yakinlah
bahwa saudaramu juga membantu perjuanganmu meski hanya jadi kerikil dalam
barisanmu. Tsiqahlah dengan mereka
meski tak tampak kerja mereka di hadapanmu. Kuatkan yakinmu agar tiada cela
yang keluar dari lisanmu. Karena harus disadari bahwa kita dari jiwa yang satu.
Karena disadari juga bahwa pilar-pilar itu
tidak akan berarti tanpa kerikil, batu, pasir dan yang lainnya. Maka tidak
perlu berbangga diri dengan jabatan kita. Karena apa yang kita miliki tidak
berarti sama sekali tanpa orang lain. Karena satu sama lain saling menguatkan.
Apalagi merasa diri berjasa lebih merusak eksistensi sebuah jama’ah dan
memperkeruh beningnya persaudaraan. Saling menghargai dalam profesi masing-masing
tampak lebih indah dan memperkuat ikatan hati.
Dalam Risalah
Dakwah, Imam Hasan Al Banna mengatakan bahwa “kesatuan yang harmonis
tercipta karena antara satu dengan yang lainnya saling mengikat, saling
berhubungan, saling menyayangi, dan saling menghargai. Dimana setiap elemen
merasa sebagai bagian penting dari yang lainnya.” Jika setiap individu sadar
bahwa orang lain itu penting, maka rasa ketsiqohan
akan semakin mengakar pada jiwa mereka. Apalagi Allah telah menegaskan dalam Al
Quran bahwa “Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu bersaudara” (Al Hujurat
: 10)
Betapa indahnya penjelasan DR. Muhammad ‘Ali Al
Hasyimi dalam kitabnya Syakhshiyyatul
Muslim tentang kewajiban seorang muslim kepada saudara dan sahabatnya.
Syaikh meletakkan pada nomor pertama tentang mencintai karena Allah. Bahwa
salah satu sifat seorang muslim sejati yang paling istimewa adalah kecintaannya
kepada saudaranya dengan cinta yang tulus, bukan atas asas manfaat. Cinta itu
adalah cinta persaudaraan yang murni, terbebas dari maksud duniawi yang
bersifat sementara. Sekali lagi bahwa cinta itu adalah kecintaan yang tulus dan
murni. Sehingga tidak pantas lagi kebenciaan bersemayam di hati mereka.
Pertemuan mereka karena Allah dan perpisahan mereka karena Allah pula. Dan setiap
nafas mereka beroleh ridha dari Allah SWT. Setiap langkah tatihnya karena
berjuang di jalan Allah. Dan mereka sadar tercipta dari satu jiwa. Dan tiada
celaan yang keluar dari mulut mereka, yang ada hanyalah kata-kata salam. Dan
itulah kata-kata yang keluar dari lisan-lisan ahli surga.
nice ustadz. di tunggu terbitan bukut keduanya..
BalasHapusInsya Allah mohon doanya,,,
BalasHapusmasih belajar sedikit2 posting di blog